Yin Yue menyilangkan tangan, memperhatikan dari kejauhan. Dua sosok yang terjebak dalam formasi sedang berusaha melepaskan diri dari serangan penjaga formasi yang menjebak mereka, Lynx dan Ling Mei.

"Hm? Jadi mereka juga ada di sini?"

Ia mengenali mereka. Lynx, pemuda yang pernah membuat masalah di rumah makannya dengan Huo Tao, bocah bodoh dengan kultivasi Forging Qi tingkat satu yang tidak ada gunanya. Dan Ling Mei, seorang Master Foundation Emas Hitam, sama sepertinya.

"Pemuda itu, awalnya aku ingin mendekatinya karena melihatnya memiliki tanda pengenal yang menandakan dia memiliki hubungan dengan komandan Jiang. Aku ingin memanfaatkannya untuk mendapatkan kesempatan mengambil artefak di rumah walikota. Ternyata keberuntungan datang kepadaku tanpa harus bersusah payah." Bisiknya kepada dirinya sendiri.

"Hmmm.... Wanita itu. Sungguh mengagumkan. Usianya masih muda, tetapi sudah memiliki ranah yang sama denganku. Sungguh wanita yang sangat jenius. Dimasa depan akan setinggi apa tingkatannya? Itu jika dia masih memiliki masa depan." Batin Yin Yue.

Dia memandang kedalam formasi lagi."Jika wanita itu berhasil keluar dari jebakan itu, aku bisa memanfaatkannya untuk membantuku mengalihkan perhatian kedua binatang iblis itu, sehingga aku bisa mengirim mereka semua menjauh dan tidak menggangguku membuka pintu ke lapisan berikutnya." Yin Yue tersenyum licik.

Sementara itu, di dalam formasi, Ling Mei mengerutkan kening melihat Lynx hanya memukul sosok itu dengan gerakan santai tanpa terasa energi qi sedikitpun. Begitu juga Yin Yue, matanya langsung melotot melihat pemuda di dalam formasi, memukul musuh hanya dengan gerakan yang terlihat asal-asalan.

"Pemuda itu memang tidak berguna, hanya menjadi beban. Aku benar-benar harus menyingkirkannya." batin Yin Yue."Kuakui besar juga keberaniannya karena sanggup masuk ke tempat ini. Tapi keberanian tanpa diikuti kekuatan hanyalah kebodohan." Yin Yue merasa kesal dan malu melihat sosok pemuda yang pernah direncanakan akan didekatinya, justru melakukan hal memalukan disaat genting.

Ling Mei segera bersiap kembali saat melihat sosok tersebut datang. Napasnya stabil, matanya dingin seperti es.

"Aku harus segera mengalahkannya. Aku sekarang yakin, dia hanya beruntung saat menolong istri walikota. Bukan Xiao Ling yang menyelamatkannya." batin Ling Mei sambil melirik sekilas ke Lynx yang tetap bersikap santai meskipun musuh siap menyerang.

Li Mei segera mengeluarkan energi spiritual dari dantiannya. Dalam sekejap, qi emas hitam meledak dari tubuhnya, membentuk pusaran energi yang menekan sekelilingnya.

Ling Mei mengangkat tangan kanannya, energi hitam keemasan berputar mengelilingi lengannya seperti pusaran badai.

Sosok itu kembali menerjangnya, cakarnya berpendar merah gelap, siap merobeknya. Namun, Ling Mei hanya mengibaskan tangannya.

"Golden Abyss Palm!"

BOOM!

Udara bergetar saat telapak tangannya menghantam dada makhluk itu. Qi emas hitam membentuk gelombang energi yang terlihat meledakkan sosok tersebut, namun setelah beberapa saat, sosok tersebut terlihat tidak mengalami cidera dan menyerang kembali.

Melihat Ling Mei dalam bahaya, Lynx segera memukul kembali seperti sebelumnya, hingga sosok itu menghilang lagi.

"Xiao Ling, menjauhlah. Aku akan mengeluarkan jurusku yang lain." Kata Ling Mei dengan kesal setelah melihat gerakan Lynx yang kembali menyerang secara asal-asalan.

Ling Mei kembali mengeluarkan aura emas hitam dari dantiannya dan disalurkan kearah pedang ditangannya. Terlihat pedang tersebut bersinar redup keemasan.

Ling Mei seolah terbang, tubuhnya melayang keatas dengan kedua tangannya menggenggam erat pedangnya. Pedangnya tegak lurus keatas, seolah menyerap energi di sekitarnya.

"Void Cleaving Slash!"

Ling Mei mengayunkan senjatanya dari atas. Dari ujung pedangnya, semburan qi tajam melesat, membelah udara dengan suara berdesing menuju kearah sosok tersebut. Bersamaan dengan itu, tanpa diketahui oleh Ling Mei dan Yin Yue, Lynx mengeluarkan sinar laser tak kasat mata dari kedua matanya dan langsung menghancurkan inti formasi.

BOOM!

Inti formasi hancur dan meledak, bersamaan dengan serangan Ling Mei mengenai makhluk itu, yang membuat tubuhnya terbelah menjadi dua, lalu menghilang dalam pusaran kabut gelap.

Ling Mei menghela napas, menurunkan tangannya.

"Sudah selesai," katanya, matanya masih tajam.

Lynx, yang berdiri di belakangnya. "Ditempat ini sangat banyak bahaya, kita harus lebih berhati-hati!" katanya dengan nada polos tanpa mengetahui perasaan jengkel Ling Mei dan Yin Yue melihat sikap santainya.

Tanpa menunggu lebih lama, mereka keluar dari formasi yang sudah hancur menyisakan debu akibat kekuatan besar yang di keluarkan Ling Mei. Namun, mereka belum menyadari bahwa seseorang telah mengamati mereka dari luar formasi dengan senyuman penuh rencana.

Yin Yue menyeringai tipis.

"Seperti yang kuduga… wanita itu bisa diandalkan."

Ia sudah punya rencana untuk memanfaatkannya. Senyum tipis muncul di wajahnya. Kesempatan telah datang.

Yin Yue memperhatikan bagaimana keduanya berhasil menghancurkan penjaga formasi ilusi setelah pertempuran yang cukup sengit. Itu berarti mereka cukup berguna,setidaknya, Ling Mei.

Xiao Ling? Tidak lebih dari beban.

Tapi… beban juga bisa dijadikan alat untuk mengendalikan seseorang.

"Baiklah… waktunya bertindak."

Saat debu pertarungan mereda, Ling Mei menghela napas lega.

Namun, sebelum mereka bisa bergerak lebih jauh—

"SWOOSH!"

Bayangan melesat dengan kecepatan tinggi. Sebelum Lynx atau Ling Mei bisa bereaksi, cahaya keperakan muncul dari artefak teleportasi, dan tiba-tiba—

"Apa—?!"

Lynx menghilang.

Ling Mei membelalak. Hanya butuh satu detik baginya untuk menyadari apa yang terjadi. Matanya beralih ke arah sosok yang baru muncul di hadapannya, Yin Yue.

Wanita itu tersenyum tipis, matanya penuh dengan kesan puas.

"Sialan kau, Yin Yue! Apa yang kau lakukan pada Xiao Ling?!" Ling Mei berteriak marah, tangannya sudah bersiap mengeluarkan serangan.

Namun, Yin Yue hanya mengangkat satu jari, memberi tanda kepadanya untuk berhenti.

"Jadi kamu mengenaliku ya? Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena sudah menyingkirkannya. Dia hanya pengganggu. Pria lemah sepertinya bukankah tidak pantas bersamamu?" katanya ringan, seolah baru saja menyingkirkan serangga yang mengganggunya.

Ling Mei merasakan hawa dingin menjalar di tubuhnya.

"KAU!!"

Amarah meluap dalam diri Ling Mei. Qi emas hitam mulai bergejolak di tubuhnya, auranya langsung melonjak.

Namun, sebelum ia bisa bergerak menyerang, Yin Yue mendesah pelan dan berkata dengan santai, "Jika kau menyerangku… maka jangan harap pemuda itu selamat."

Ling Mei tertegun.

"Apa maksudmu?!"

Yin Yue menyandarkan tubuhnya ke batu besar di dekatnya, lalu berkata ringan, "Kau bisa menebaknya bukan? Tentu saja, jika kau ingin memastikan dia benar-benar mati, kau bisa menyerangku sekarang. Tapi jika kau ingin sedikit kesempatan untuk menyelamatkannya… kau akan mendengar apa yang kukatakan."

Jari-jari Ling Mei mengepal.

Xiao Ling mungkin bukan seseorang yang ia sukai, tapi… di dalam lubuk hatinya, ia tahu bahwa ia tidak bisa membiarkannya mati begitu saja. Rasa sakit yang dia rasakan masih belum hilang, namun dia tidak ingin pria itu mengalami sesuatu.

Ia menggigit bibir, mencoba menenangkan diri.

"Apa yang kau inginkan, Yin Yue?"

Senyuman di wajah Yin Yue semakin lebar.

"Sederhana. Aku membutuhkan seseorang yang cukup kuat untuk menemaniku ke inti artefak dan mengambil fragmen senjata iblis. Dan kaulah orang yang tepat."

Ling Mei mengertakkan gigi.

"Jadi kau hanya ingin memanfaatkan aku?"

"Lebih tepatnya… kerja sama sementara." Yin Yue melipat tangan di dada. "Aku tidak peduli apakah kau setuju atau tidak. Tapi jika kau ingin pemuda itu memiliki sedikit peluang untuk bertahan hidup, kau akan mengikuti instruksiku. Jika tidak… kau boleh mencari mayatnya di tempat ini."

Ling Mei menatapnya penuh kebencian. Wanita ini benar-benar keji dan sangat licik.

Namun… ia juga tahu bahwa Yin Yue tidak akan berbicara seperti itu jika Lynx benar-benar sudah mati. Itu berarti masih ada harapan.

"Baik," katanya dengan suara dingin. "Aku akan membantumu… untuk sementara."

Yin Yue tertawa kecil. "Pintar. Ayo pergi."

Di dalam hatinya, Ling Mei bersumpah, begitu Xiao Ling selamat, ia sendiri yang akan menebas wanita licik ini.

Di sisi lain, terlihat sesosok bayangan terjun bebas dari ketinggian dan jatuh jauh ke dasar jurang.

Sosok Lynx terjatuh ke dalam kegelapan pekat.

Di bawah sana, sesuatu mulai bergerak.

